Rumus Pengaruh dan persamaan akuntansi dasar

Apr 2, 2019 |

Setiap transaksi yang terjadi di perusahaan memerlukan registrasi. Dalam proses pendaftaran ini membutuhkan dokumen atau bukti dari terjadinya transaksi sehingga pendaftaran dapat menunjukkan peristiwa yang sebenarnya. Berdasarkan bukti transaksi, itu harus diperhatikan untuk menghindari kesalahan atau penyalahgunaan aset perusahaan. Fungsi dari tes transaksi adalah sebagai berikut.

1. Pastikan validitas transaksi yang terjadi.

2. Sebagai referensi atau dokumen untuk peninjauan transaksi (tes) jika terjadi masalah di masa depan.

Beberapa bukti transaksi yang biasanya terjadi di perusahaan yang digunakan sebagai sumber dokumen catatan meliputi:

1. Tanda terima atau bukti penerimaan, adalah dokumen yang menandatangani tanda terima uang yang ditandatangani dengan tanda terima uang dan dikirimkan kepada mereka yang membayar uang. Sisi kanan tanda terima dikirim ke pihak yang membayar dan sisi kiri digunakan sebagai arsip untuk penerima uang.

2. Faktur adalah bukti pembelian atau penjualan yang dilakukan secara kredit. Bukti transaksi pembelian biasanya disebut faktur pembelian dan bukti transaksi penjualan yang disebut faktur penjualan.

3. Periksa, itu adalah mandat tertulis dari pemegang rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang namanya tertulis pada surat kontrol. Cek diterbitkan oleh bank dan diberikan kepada pelanggan yang memiliki simpanan dalam jumlah tertentu di bank. Jika pengeluaran dilakukan dengan cek, tanda centang yang tersisa di buku cek dapat digunakan sebagai bukti transaksi.

4. Tur Bilyet, pemilik akun berjalan selain menggunakan cek, juga dapat menggunakan slip pos sebagai alat pembayaran. Bilyet giro adalah mandat dari klien bank yang bersangkutan untuk mentransfer sejumlah uang dari akunnya ke akun partai yang namanya tertulis di akun tur di bank yang sama atau bank lain. Karena itu, penerima tur Yesus tidak dapat menerimanya dalam bentuk uang.

Pengaruh transaksi keuangan pada persamaan akuntansi dasar

Setiap transaksi keuangan akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, dengan adanya transaksi yang hanya dapat mempengaruhi kelompok aset atau juga dapat mempengaruhi kewajiban atau bahkan mempengaruhi aset dan kewajiban secara bersamaan. Ini berarti bahwa setiap perubahan akan menunjukkan perubahan dalam pasangan antara aset dan aset, antara aset dan utang atau antara aset dan modal, oleh karena itu pendaftaran disebut sistem akuntansi entri ganda.

Berdasarkan bukti, transaksi dicatat dalam persamaan dasar sebagai berikut:

TN. Wahyu tinggal di Yogyakarta, pada bulan September 2006 ia membuka perusahaan fotokopi yang menerima salinan nama “Veloce”. Pendaftaran pendapatan layanan dilakukan seminggu sekali, yaitu 9, 16, 23 dan 30 September 2006 (setiap akhir pekan). Transaksi yang terjadi ketika Anda memulai bisnis adalah:

  • 1 September 2006
    TN. Pengungkapan pemilik sekaligus
    mesin fotokopi “cepat”
    menyerahkan uang pribadi Anda dalam jumlah
    Rp120.000.000,00 sebagai modal perusahaan. di
    tanggal ini juga dibayar untuk warung sewa a
    TN. Salimi adalah Rp3.600.000,00 untuk periode tersebut
    sewa satu tahun.
    Berdasarkan bukti transaksi, perusahaan akan mendaftarkannya dalam persamaan dasar berikut:

persamaan akuntansi dasar

  • 2 September 2006
    dibeli dengan uang tunai 5 unit mesin
    fotokopi @ ​​15,000,000.00 dari toko-toko Eropa.

persamaan akuntansi dasar

Transaksi terus terjadi dan dicatat setiap hari dalam persamaan dasar, setiap kali transaksi terjadi, saldo harus dihitung sehingga posisi keuangan perusahaan dapat diidentifikasi kapan saja.
3 September 2006
kredit membeli 50 rem kertas HVS
ukuran folio @ Rp. 25.000,00 dan 25 rem kertas
Dimensi HVS keempat @ Rp. 23.000,00 dan 10
kantong tinta fotokopi @ ​​Rp. 70.000,00 di toko
Mitra
9 September 2006
kuitansi penerimaan uang
sama dengan Rp3.000.000 dari pelanggan suka
pembayaran untuk pekerjaan copy dan volume
di minggu pertama
10 September 2006
dikembalikan ke Toko
Rem lembar folio dalam format Mitra 5 HVS
karena kerusakan.

11 September 2006
TN. Staf layanan yang adil
fotokopi untuk meminta uang tunai di kas besar suka
200.000 IDR untuk membeli kartu penutup
50 lembar.
15 September 2006
kuitansi penerimaan uang
sebesar Rp 1.600.000,00 oleh pelanggan seperti
biaya fotokopi di minggu kedua.
17 September 2006
dibayarkan ke toko mitra
Rp1.400.000,00 uang sebagai pembayaran
untuk pembelian pada 3 September 2006.
18 September 2006
uang tunai rem 50 kartu HVS
ukuran folio @ Rp. 25.0

sumber : https://rumusrumus.com

Posted in: Pendidikan

Comments are closed.