Peninggalan Kerajaan Majapahit

Dec 4, 2019 |

Pada kesempatan ini gurusekolah.co.id akan membahas materi tentang peninggalan kerajaan Majapahit, kita akan membahas secara singkat candi, prasasti dan gambar.

Mari kita simak penjelasan berikut ini:

Deskripsi singkat tentang masa pemerintahan Maja Bitter
Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan besar dan berkembang di atau sekitar Indonesia, wilayahnya mungkin lebih besar dari wilayah Indonesia saat ini.

Apalagi kerajaan Majapahit juga terkenal dengan Gajah Mada yang memiliki sumpah Palapa. Dan tentu saja semua kerajaan memiliki beberapa peninggalan, seperti kuil, prasasti, patung, dll.
Berikut ini adalah peninggalan kerajaan Majapahit:

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Patung emas
Patung emas adalah peninggalan kerajaan Majapahit yang dibuat / dicetak dengan emas emas yang menggambarkan malaikat elegan kerajaan Majapahit.

Patung ini sangat terlihat dalam gaya Majapahit yang menggambarkan kejayaan zaman keemasan nusantara.

Pura Wringin Lawang
Keberadaan candi ini di Jatipasar, kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Candi Wringin Lawang adalah peninggalan Kerajaan Majapahit abad ke-14.

Bahan candi ini menggunakan bahan bata merah yang memiliki ukuran 13 x 11 meter dengan ketinggian 15,5 meter dan jenis candi ini termasuk tipe gerbang yang terbagi. Gaya arsitektur seperti ini juga ditemukan dalam arsitektur Bali.

Candi Tikus
Candi Tikus adalah candi kerajaan Majapahit, yang terletak di desa Temon, di distrik Trowulan, di kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.

Lokasi Candi Tikus berjarak 13 km dari kota Mojokerto.

Kuil tikus ini ditemukan pada tahun 1914, yang sebelumnya telah terkubur di tanah. Bangunan Kuil Tikus juga direnovasi pada 1984-1985.

Kuil Tikus dikatakan sebagai tempat pemandian bagi para putri kerajaan Majapahit. Candi ini berbentuk persegi panjang dengan luas bata merah 29,5 x 28,25 meter.

lokasi tempat itu 3,5 meter lebih dalam dari tanah di sekitarnya.

Nama tikus adalah nama masyarakat setempat yang konon telah ditemukan ketika candi ini menjadi sarang tikus yang merupakan hama bagi petani.

Candi Brahu
Candi Brahu terletak di daerah Trowulan, yang dulunya merupakan ibukota kerajaan Majapahit, yang sekarang terletak di desa Bejijong, di distrik Trowulan, di kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia .

Candi Pari
Candi Pari terletak di desa Candi Pari, kabupaten Porong, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Kuil Pari hanya berjarak 2 km dari pusat lumpur Lapindo.

Candi ini adalah bangunan persegi panjang yang terbuat dari batu bata merah. Kuil ini adalah peninggalan Hayam Wuruk pada 1350-1389 Masehi

Gerbang Bajang Ratu
Gerbang Bajang Ratu adalah peninggalan kerajaan Majapahit, yang terletak di desa Temon, di kabupaten Trowulan, di kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.

Surya Majapahit
Surya Majapahit adalah simbol yang sering ditemukan di reruntuhan peninggalan Majapahit.
Surya Majapahit berbentuk seperti matahari di sudut delapan di tengah ada dewa-dewa Hindu.

Candi Cetho
Candi Cetho adalah candi yang dibangun pada masa pemerintahan Majapahit dalam gaya Hindu. Candi ini terletak di ketinggian 1496 MDPL tepat di lereng Gunung Lawu, desa Gumeng, distrik Jenawi, kabupaten Karanganyar.

Candi Sukuh
Candi Sukuh adalah peninggalan kerajaan kesembilan Majapahit. Candi Sukuh terletak di desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia.

Candi Sukuh adalah kompleks candi bergaya Hindu.

Candi Jabung
Candi Jabung adalah kerajaan ke sepuluh Majapahit. Sama seperti candi Sukuh, candi Jabung juga merupakan candi bergaya Hindu yang terletak di desa Jabung, di kabupaten Paiton, di kabupaten Probolinggo, di Jawa Timur, Indonesia.

Candi Surawana
Candi Surawana dalam bahasa Jawa terletak di desa Canggu, kabupaten Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Candi ini hanya berjarak 25 KM dari pusat kota Kediri.

Diperkirakan candi ini dibangun pada abad ke-14 dengan tujuan memuliakan seorang raja kerajaan Wengker bernama Bhre Wengker. Kerajaan itu berada di bawah pemerintahan kerajaan Majapahit.

Candi Wringin Branjang
Candi Wringin Branjang adalah candi yang dibangun dengan batu andesit. Desain candi Wringin Branjang hanya berupa badan dan atap dengan dimensi 400 x 300 cm dengan ketinggian sekitar 500 cm.

Candi Wringin Branjang didirikan di area situs Gadungan di desa Gadungan, kabupaten Gandusari, kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia.

Posted in: Pendidikan

Comments are closed.