Cara untuk penderita osteoporosis selama puasa

Apr 2, 2019 |

Osteoporosis ditandai dengan hilangnya massa tulang, yang membuat tulang keropos dan mudah rapuh. Namun, osteoporosis bukanlah halangan untuk berpuasa seperti orang pada umumnya. Jadi penting bagi Anda untuk memahami hal-hal apa yang bisa dan tidak boleh dilakukan oleh orang yang menderita osteoporosis selama puasa. Lihatlah panduan puasa sehat untuk Anda di bawah ini.

Cara untuk penderita osteoporosis selama puasa

1. Jangan mengunci diri di rumah sepanjang hari

para lansia sering tidur siang

Tidak makan dan minum selama puasa benar-benar bisa membuat tubuh terasa lemas. Namun, jangan menjadikan ini alasan Anda untuk bersantai di rumah sepanjang hari. Alasannya adalah ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika pergi keluar dan menikmati kehangatan sinar matahari.

Osteoporosis sering dikaitkan dengan kekurangan kadar kalsium dan vitamin D dalam tubuh. Kedua nutrisi ini penting untuk kesehatan tulang, lho. Dengan membiarkan diri Anda terpapar sinar matahari pagi, tubuh Anda telah menerima lebih banyak vitamin D secara gratis.

Ya, vitamin D dikenal sebagai vitamin matahari. Vitamin ini memiliki kemampuan unik, karena dapat diproduksi secara otomatis oleh tubuh saat terkena sinar matahari. Karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D Anda setiap hari.
2. Jangan merokok dan minum alkohol

bahaya merokok

Penting untuk menghindari merokok dan minum alkohol, baik saat puasa maupun tidak. Apalagi jika Anda menderita masalah keropos tulang. Nah, bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk mengurangi atau menghentikan dua kebiasaan tidak sehat ini.

Menurut dr. Kathryn Diemer, profesor dan spesialis osteoporosis di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, mengatakan bahwa nikotin yang terkandung dalam rokok dapat mempercepat laju keropos tulang, lapor WebMD.

Seperti halnya merokok, penderita osteoporosis juga harus menghindari minuman beralkohol. Sebab, sebuah penelitian menunjukkan bahwa alkohol dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Karena itu, Anda tidak boleh merokok dan minum alkohol saat berbuka puasa.

3. Jangan stres

stres karena masalah keuangan

Ada berbagai hal yang bisa memicu stres, bahkan saat puasa. Ketika stres terjadi, hormon kortisol dalam tubuh meningkat, yang tanpa Anda sadari akan memengaruhi kepadatan tulang sehingga lebih mudah rapuh. Jika Anda menderita osteoporosis, jelas Anda harus mewaspadai hal ini agar tidak bertambah buruk.

Ahli bedah ortopedi di Universitas Sains dan Kesehatan Sekolah Kedokteran Oregon, dr. Robert Orfaly membenarkan ini. Menurutnya, stres dapat memengaruhi kesehatan dan kekuatan tulang Anda secara negatif. Tidak hanya itu, biasanya penderita osteoporosis juga lebih rentan terhadap kecemasan yang kemudian mengarah pada stres.

Tentu saja Anda tidak berharap ini terjadi, bukan? Baik selama bulan puasa dan tidak. Karena itu, sesekali, habiskan waktu melakukan aktivitas yang bisa meredakan stres dengan membuat Anda lebih rileks. Misalnya dengan yoga dan meditasi.
Apa yang harus dilakukan agar tetap sehat saat puasa
1. Olahraga

aktivitas fisik untuk orang tua

Puasa bukanlah penghalang untuk terus melakukan aktivitas fisik. Jika Anda jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, kesehatan tulang Anda semakin terancam. Karena, tidak hanya otot dan hambatan yang Anda bangun saat berolahraga, tetapi mereka juga dapat meningkatkan kepadatan tulang.

Meski begitu, penderita osteoporosis juga harus berhati-hati ketika melakukan aktivitas fisik. Alih-alih membuat tulang lebih kuat, itu mungkin dapat menyebabkan masalah tulang yang bisa menjadi lebih buruk. Untuk ini, Anda harus melakukan olahraga ringan dan tidak berlebihan. Misalnya, berjalan, jogging, aerobik ringan atau bersepeda.

2. Kurangi asupan garam dan gula

diet lansia

Pemilihan menu sahur dan buka puasa harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Ada beberapa aturan diet yang harus Anda ketahui untuk membantu mengatasi osteoporosis, termasuk mengurangi asupan garam dan gula dalam makanan.

Terlalu banyak garam (natrium) dalam tubuh dapat menyebabkan kalsium berkurang di tulang dan kemudian dikeluarkan melalui urin. Ini menyebabkan tulang menjadi keropos. Sementara itu, kebanyakan makan gula dapat mengurangi kadar vitamin dan mineral dalam tubuh, termasuk fosfor, kalsium, dan vitamin D. Semua nutrisi ini berkontribusi pada kesehatan tulang.
3. Makan lebih banyak kalsium dan vitamin D

Apakah Anda memerlukan orang tua untuk minum susu?

Kalsium dan vitamin D adalah dua kombinasi penting untuk mendukung kesehatan dan kekuatan tulang. Karena kalsium berfungsi membentuk tulang yang lebih keras dan lebih kuat. Sementara vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

baca juga :

 

 

Posted in: Kesehatan

Comments are closed.